Search

Memuat...

About Me

toko online pemula

Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 24 Oktober 2012

Perjalanan dinas 1

Perjalanan dinas
Elin adalah salah seorang managerpada bagian Treasury di sebuah bank asing. Elin berumur 34 tahun, dia adalah seorang Sunda yang berasal dari daerah Bogor. Elin telah bersuami dan mempunyai seorang anak yang baru berumur 7 tahun. Tubuh Elin dapat dikatakan kurus dengan tinggi badan kurang lebih 163 cm,dengan berat badannya kurang lebih 49 kg. Buah dadanya berukuran kecil tetapi padat, pinggangnya sangat ramping dengan bagian perut yang datar. Kulitnya kuning langsat dengan raut muka yang manis.
Jumlah karyawan di Treasury ada 12 orang, yang terbagi dalam 2 seksi, yang menjadi boss pada bagian Treasury tersebut adalah Tommy Hudson, seorang yang berasal dari Inggris. Masing-masing seksi memiliki manager dan Elin adalah salah satunya. Manager seksi lainnya bernama Ratih. Masing-masing seksi, selain manager terdiri dari 6 staff, yang kesemuanya wanita.
Boss Treasury yaitu Tommy Hudson, tinggal di Jakarta sendirian, karena istri dan anak-anaknya tetap tinggal di Inggris. Tommy tinggal di daerah Kebayoran, di sebuah rumah besar yang dikontrak perusahaan untuknya. Di rumahnya hanya ada seorang pembantu wanita dan seorang tukang kebun yang merangkap sebagai penjaga rumah.
Sesuai dengan fungsinya sebagai manager seksi pendanaan, maka kadang-kadang Elin harus mengadakan perjalanan dinas ke daerah-daerah untuk mengunjungi nasabah-nasabah besar. Perjalanan dinas itu kadang-kadang dilakukan berdua dengan staffnya, kadang-kadang ditemani juga oleh bossnya, apabila yang akan dikunjungi itu adalah nasabah penting.
Pada pertengahan bulan Juni, pada saat kejadian ini terjadi, bossnya mengajak Elin dan salah seorang staffnya yang bernama Anita melakukan perjalanan dinas ke Semarang untuk melakukan kunjungan bisnis pada beberapa nasabah utama di sana. Rencana perjalanan kali ini memakan waktu 3 hari. Mereka menginap disebuah hotel berbintang. Elin dan Anita menempati satu kamar bersama dengan ukuran tempat tidur yang besar cukup untuk dua orang.
Perjalanan kali ini tidak terlalu menggembirakan bagi Elin, disebabkan karena selama ini orang-orang di kantornya telah mengetahui bahwa sebenarnya antara Tom dan Anita mempunyai hubungan istimewa. Anita adalah seorang wanita karir berumur 31 tahun yang belum menikah. Anita sendiri tubuhnya termasuk kecil, dengan tinggi hanya 152 cm. Kulitnya sedikit kecoklatan denganwajah yang manis. Badannya proporsional dengan pinggang yang ramping dan buah dada yang kecil padat. Anita adalah orang Jawa yang berasal dari Yogya. Sedangkan Tom adalah seorang pria ganteng yang berbadan tegap, berdada bidang dengan tinggi 180 cm. Tom berumur kurang lebih 36-37 tahun. Dia sudah cukup lama bertugas di Indonesia sehingga kemampuan berbahasa Indonesiadan ditambah dengan logat Jakarta-nya pun telah cukup lancar.
Setibanya di Semarang, setelah check in di hotel mereka langsungmengadakan kunjungan pada beberapa nasabah, yang dilakukan sampai dengan setelah makan malam. Setelah selesai berurusan dengan nasabah, mereka kembali ke hotel, dimana Tom dan Anita melanjutkan acara mereka dengan duduk-duduk di bar hotel sambil mengobrol dan minum-minum. Elin pada awalnya diajak juga, tapi karena merasa sangat lelah, dan di samping itu ia juga merasa tidak enak mengganggu mereka, maka ia lebih dulu kembali ke kamar hotel untuk tidur.
Menjelang tengah malam, Elin tiba-tiba terbangun dari tidurnya, hal ini disebabkan karena ia merasa tempat tidurnya bergerak-gerak dan terdengar suara-suara aneh. Dengan perlahan-lahan Elin membuka matanya untuk mengintip apa yang terjadi. Hatinya terkesiap melihat Tom danAnita sedang bergumul. Keduanya berada dalam keadaan polos samasekali. Anita yang bertubuh kecil itu, sedang berada di atas Tom seperti layaknya seseorang yang sedang menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turundengan cepat. Dari mulutnya terdengar suara mendesis yang tertahan, "Ssshhh..., sshhh...", karena mungkin takut membangunkan Elin. Kedua tangan Tom sedang meremas-remas kedua buah dada Anita yang kecil tetapi padat berisi itu. Elin sangat panik dan berada dalam posisi yang serba salah. Jadidia hanya bisa terus berlagak seperti sedang tidur. Elin mengharapkan mereka cepat selesai dan Tom segera kembali kekamarnya. Besok dia akan menegur Anita agar tidak melakukan hal seperti itu lagi di kamar mereka. Seharusnya mereka dapat melakukan hal itu dikamar Tom sehingga mereka dapat melakukannya dengan bebas tanpa terganggu oleh siapapun. Dari bau whisky yang tercium, rupanya keduanya masih berada dalam keadaan mabuk. Elinberusaha keras untuk dapat tidur kembali, walaupun sebenarnya ia merasa sangat terganggu dengan
bersambung part2
 

0 komentar: